Objek Wisata Air Terjun Sri Gethuk Gunung Kidul


Tidak ada yang menyangkah Kabupaten Gunung Kidul merupakan penyumbang terbanyak objek wisata alam di Yogyakarta, Walaupun wilayah ini identik dengan wilayah yang kering dan tandus. Suatu kebanggan bagi Kabupaten gunung kidul, pasalnya banyak sekali wisata diwilayah ini, salah satunya  Wisata Air Terjun Sri Gethuk.
Foto: Ist
Mengenal Lebih Dekat Wisata Sri Gethuk
Objek Wisata Air Terjun Sri Gethuk terletak di Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung kidul, Yogyakarta. Menurut masyarakat setempat, asal-usul penamaan Air Terjun Sri Gethuk atau Air Terjun Slempret  berkaitan dengan mitos yang dipercayai oleh penduduk lokal mengenai keberadaan raja jin yang bernama Anggo Menduro yang konon menyukai kesenian dan musik tradisional Jawa yakni Karawitan, Jatilan dan Gamelan.

Konon, pada saat-saat tertentu masyarakat setempat pernah mendengar bunyi alunan gamelan, namun ketika suara tersebut di dekati akan menghilang. Diantara alat musik gamelan yang dimainkan bangsa jin tersebut, suaranya yang paling dominan terdengar adalah suara kethuk (alat musik perkusi yang bentuknya seperti gong berukuran kecil) dan suara slompret (alat musik tiup semacam seruling).
Foto: Ist
Karena itu, masyarakat setempat menyebut air terjun tersebut dengan nama Air Terjun Sri Kethuk yang diplesetkan menjadi Sri Gethuk dan Air Terjun Slompret yang diplesetkan menjadi Slempret.

Info Wisata Sri Gethuk.
Meskipun disana sedang mengalami musim kemarau, Air Terjun Sri Gethuk gak pernah berhenti mengalir. Jadi bila anda ingin berkunjung kesana kapanpun bisa menikmati ke indahan Air Terjun ini.

Untuk bisa menikmati Wisata Air Terjun Sri Gethuk ini, anda harus menaiki kendaraan untuk melewati hamparan hutan kayu putih dengan kondisi jalan yang bervariasi, mulai dari yang beraspal bagus sampai dengan jalan makadam. 

Saat masuk ke Dusun Menggoran, anda akan disuguhkan dengan pemandangan ladang jati. Dan ketika sampai di areal pemancingan, ada dua pilihan jalan untuk menuju air terjun. Yang pertama dengan melakukan tracking menyusuri hamparan sawah hijau sejauh kurang lebih 450 meter. 
Foto: Ist
Sedangkan yang kedua anda bisa berjalan kaki sejauh 300 meter menuju dermaga penyebrangan kemudian dilanjutkan dengan menaiki perahu rakitan masyarakat setempat yang disewakan. Perahu rakitan tersebut terbuat dari papan dan drum.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel