Banyak Gaya Arsitektur Dunia Di Objek Wisata Gua Sunyaragi


Sejarah Gua Sunyaragi.
Kota Cirebon memang terkenal dengan sebutan kota wali, tak hanya itu saja Cirebon juga merupakan kota yang syarat akan peninggalan sejarah. Salah satu peninggalan yang terdapat di kota Cirebon adalah Gua Sunyaragi yaitu bangunan yang mirip dengan candi. Gua Sunyaragi punya sebutan lain yang biasa sering disebut Taman Air Sunyaragi atau Taman Sari Sunyaragi. Nama "Sunyaragi" sendiri berasal dari kata "sunya" yang artinya sepi, dan kata "ragi" yang artinya raga, keduanya adalah bahasa sangsekerta.


Sejarah pembangunan Gua Sunyaragi memiliki 2 buah versi, dimana yang pertama adalah berita lisan tentang sejarah berdirinya gua Sunyaragi yang disampaikan secara turun-temurun oleh para bangsawan Cirebon atau keturunan keratin, versi tersebut lebih dikenal dengan sebutan versi Carub Kanda. Versi yang kedua adalah versi Caruban Nagari, yaitu versi yang di dasarkan pada buku “Purwaka Caruban Nagari” yang di tulis tangan oleh Pangeran Kararangen pada tahun 1720 M. Pemandu wisata di Gua Sunyaragi mengacu berdasarkan sumber tertulis dibandingkan lisan. Itu dikarekan sumber tertulis ini lebih memiliki bukti yang kuat daripada sumber-sumber lisan. Kompleks Sunyaragi dilahirkan lewat proses yang teramat panjang. Tempat ini beberapa kali mengalami perombakan dan perbaikan.



Info Gua Sunyaragi.
Dilihat dari bentuk bangunan yang beraneka ragam dimana disana terdapat banyak gaya corak, pola dan motif. Semua itu dapat disimpulkan bahwa gaya arsitektur Gua Sunyaragi merupakan hasil dari perpaduan antara gaya Indonesia klasik atau Hindu, gaya Cina atau Tiongkok kuno, gaya Timur Tengah atau Islam, dan gaya Eropa.

Gaya arsitektur Indonesia klasik atau Hindu bisa kamu temukan pada beberapa bagian bangunan berbentuk joglo. contohnya, pada bangunan Mande Beling, gedung Pesanggrahan dan Bale Kambang, serta bentuk gapura dan beberapa buah patung seperti patung gajah dan patung manusia berkepala garuda yang dililit oleh ular. semua ornamen-ornamen bangunan yang terdapat pada Gua Sunyaragi menunjukkan adanya suatu sinkretisme budaya yang kuat yang berasal dari berbagai dunia.

Sedangkan Gaya arsitektur Cina bisa ditemukan pada ukiran bunga. Contohnya, bentuk bunga matahari dan bunga teratai. Di beberapa bagian tempat, dulunya Gua Sunyaragi dihiasi oleh macam-macam ornamen keramik Cina di bagian luarnya. Keramik-keramik itu sudah lama hilang atau rusak sehingga tidak diketahui coraknya yang pasti. Yang pasti adanya sebuah keramik yang terletak pada bangunan Mande Beling kemudian dengan adanya bukti motif mega mendung seperti yang terletak pada kompleks bangunan gua Arga Jumut menunjukan bahwa gua Sunyaragi ini mendapatkan pengaruh gaya pola arsitektur Cina. Tak hanya itu, ternyata di Gua Sunyaragi ada juga kuburan Cina, kuburan tersebut bukanlah kuburan dari seseorang keturunan Cina melainkan merupakan sejenis monumen yang berfungsi sebagai tempat berdoa para keturunan pengiring-pengiring dan pengawal-pengawal putri Cina yang bernama Ong Tien Nio atau Ratu Rara Sumanding yang merupakan istri dari Sunan Gunung Jati.

Sebagai warisan keraton yang dipimpin oleh Sultan yang menganut agama Islam, Gua Sunyaragi ini juga dilengkapi dengan terdapatnya pola arsitektur yang bergaya Timur Tengah atau Islam. contohnya, relung-relung yang terdapat di dinding beberapa bangunan, tanda-tanda kiblat pada tiap-tiap pasalatan atau musholla, adanya beberapa pawudlon atau tempat wudhu serta bentuk bangunan Bangsal Jinem yang menyerupai bentuk Kabah jika dilihat dari sisi belakang Bangsal Jinem.


Gua Sunyaragi sendiri berdiri sejak zaman penjajahan Hindia-Belanda sehingga gaya arsitektur Belanda atau Eropa turut memengaruhi gaya arsitektur gua Sunyaragi. Tanda tersebut dapat terlihat pada bentuk jendela yang tedapat pada bangunan Kaputren, bentuk tangga berputar pada gua Arga Jumut dan bentuk gedung Pesanggrahan.


Secara visual, bangunan yang terdapat pada kompleks Gua Sunyaragi memang lebih banyak memunculkan kesan sakral. Kesan sakral bisa dilihat dengan adanya tempat bertapa seperti pada gua Padang Ati dan gua Kelangenan, tempat salat dan pawudon atau tempat untuk mengambil air wudhu, lorong yang menuju ke Arab dan Cina yang terletak di dalam kompleks gua Arga Jumut; dan lorong yang menuju ke Gunung Jati pada kompleks gua Peteng. Tepat didepan pintu masuk gua Peteng terdapat sebuah patung Perawan Sunti. Menurut legenda masyarakat lokal, jika seorang gadis memegang patung tersebut maka ia akan susah untuk mendapatkan jodoh. Kesan sakral juga terlihat pada bentuk bangunan Bangsal Jinem yang bisa dibilang menyerupai bentuk Kabah jika dilihat dari sisi belakang Bangsal Jinem. Selain itu ada pula patung Haji Balela yang menyerupai patung Dewa Wisnu.

Pada tahun 1997 pengelolaan gua Sunyaragi dipindah alihkan dari pemerintah untuk pihak Keraton Kasepuhan. Hal tersebut sangat berdampak pada kondisi fisik gua Sunyaragi. Minimnya dana untuk perawatan Gua Sunyaragi menyebabkan lokasi wisata Gua Sunyaragi ini lama kelamaan makin terbengkelai.

Bisa kita simpulkan bahwa Gua Sunyaragi ialah tempat para pembesar keraton dan para prajurit-prajuritnya untuk bersemedi, serta meningkatkan ilmu kanuragan. Bagian-bagiannya terdiri dari 12 antara lain :

1. Bangsal jinem.
Bangsal Jinem adalah tempat di mana pada masa lalu Sultan Kasepuhan memberikan wejangan-wejangan kepada para pengikutnya. Di tempat ini pula prajurit-prajurit keraton Kasepuhan berlatih ilmu kanuragan yang di awasi langsung oleh Sultan sendiri.


2. Gua Pandekemasang.
Gua Pandekemasang adalah sebuah tempat yang dikhususkan untuk membuat berbagai jenis senjata untuk keperluan berperang melawan musuh-musuh keraton. Tempat ini sering dijadikan untuk berlumpul oleh para sesepu dan petinggi keraton guna merencanakan formasi dan senjata apa saja yang harus di buat demi mempertahankan keraton dari ancaman luar. Karena pentingnya wilayah ini pada masa lalu tempat membuat senjata tajam ini selalu mendapat penjagaan ketat dari para pengawal keraton.


3. Gua Simanyang.
Gua Simanyang adalah sebuah gua yang terletak di depan wilayah taman air Sunyaragi, gua ini bisa dibilang fungsinya sebagai pos penjagaan dan garis depan dari ancaman dunia luar.


4. Goa pengawal.
Goa Pengawal seperti juga namanya adalah tempat yang khusus diperuntukan bagi para Pengawal Sultan beristirahat. Di tempat inilah para Pengawal sultan di masa lalu berkumpul dan sekaligus bersiaga agar suatu-waktu Sultan yang mereka kawal mendapat ancaman dari pihak luar.


5. Kompleks Mande Kemasan.
Komplek Mande Kemasan yang sekarang telah hancur ini pada masa lalu berfungsi sebagai tempat disimpannya berbagai senjata keraton


6. Gua Langse.
Gua Lengse adalah sebuah tempat yang khusus diperuntukan kepada Raja dan permaisurinya bersantai. Karena tempat ini hanya diperuntukan untuk raja dan permaisurinya maka tempat inilah satu-satunya tempat yang dibuat dengan begitu indah agar raja ketika memasuki tempat ini bisa merasa sangat nyaman dan melupakan sejenak kepenatannya memerintah


7. Gua Peteng.
Seperti namanya Gua Peteng yang berarti Gua Gelap, di tempat ini tidak disediakan sama sekali penerangan dan memang difungsikan sebagai tempat nyepi untuk mendapatkan kekebalan tubuh dan sebagainya.


8. Gua Kelanggengan.
Gua Kelanggengan adalah sebuah tempat bersemedi agar mendapat kelanggengan jabatan.


9. Gua Lawa.
Gua Lawa adalah tempat khusus kelelawar


10. Gua Pawon.
Goa Pawon adalah sebuah dapur untuk membuat dan menyimpan aneka makanan


11. Gua Arga Jumud.
Gua Arga Jumud fungsinya hampir mirip dengan Gua Langse, Namun, yang membedakannya ialah Gua Arga Jumud ini hanya dikhususkan bagi para petinggi keraton baik ketika bersantai maupun ketika mengadakan rapat-rapa penting dalam hal menyangkut keraton


12. Gua Padang Ati.
Gua Padang Ati adalah sebuah gua yang berfungsi untuk mersemedi agar memiliki kelapangan dada, keikhlasan dan kecerdasan seperti yang dimaksud oleh nama gua itu sendiri yaitu padang ati yang artinya terang hati.

Lokasi
Gua Sunyaragi berlokasi di Kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon, atau tepatnya di sisi jalan by pass Brigjen Dharsono. Bangunan Gua Sunyaragi berada di atas lahan dengan luas sekitar 15 hektar. Konstruksi dan komposisi bangunan ini merupakan taman air. Mangkanya Gua Sunyaragi sering disebut juga Taman Air Sunyaragi.

Related Posts