Duka Datang Dari Pemain Sepak Bola Indonesia

Dalam lanjutan Gojek Traveloka liga 1 antara tuan rumah Persela Lamongan berhadapan dengan tim tamu asal sumatra barat Semen Padang terjadi peristiwa yang mengahrukan. Penjaga gawang klub Persela Lamongan yakni Choirul Huda mengalami benturan keras dengan rekan timnya yang bernama Ramon Rodrigues, peristiwa itu terjadi di menit 44 menjelang berakhirnya babak pertama.


Choirul Huda yang juga merupakan kapten dari tim Persela Lamongan itu meringis kesakitan, hingga sampai tak sadarkan diri. Tim medis langsung bergerak cepat untuk memberikan pertolongan pertamanya dengan alat bantu oksigen, kemudian tim medis membawa Choirul Huda kerumah sakit dengan ambulan. Meskipun dilarikan kerumah sakit nyawanya tetap tak tertolong.

Dilansir dari bola.kompas.com, Pihak Rumah Sakit Dr Soegiri Lamongan menyatakan, Choirul Huda dipastikan meninggal pada pukul 16.45 WIB, Minggu (15/10/2017) sore. Terkait peristiwa tersebut, pihak dari RSUD dr Soegiri Lamongan, yakni dokter Yudistiro Andri Nugroho, Spesialis Anastesi (Kepala unit Instalasi Gawat Darurat), memberi penjelasan bahwa Choirul Huda mengalami trauma benturan sehingga menyebabkan henti napas dan henti jantung. "Choirul Huda mengalami trauma benturan dengan sesama pemain sehingga terjadi apa yang kita sebut henti napas dan henti jantung," tuturnya.

Tim Official dan Supporter Persela yang mengetahui kabar tersebut langsung menuju rumah sakit setelah usai menonton Persela vs Semen Padang.

Banyak ucapan duka datang dari dalam negeri, yang juga sama berprofesi sebagai pemain bola. Diantaranya Bambang Pamungkas dan Andik Vermansah




Tak hanya dari dalam negeri, ucapan duka citapun datang dari internasional




Selama karir dalam sepakbolanya, Choirul Huda dikenal sangat loyal terhadap klubnya dimana dia hanya bermain untuk Persela Lamongan saja sejak tahun 1999 - 2017. 

Related Posts